The Gangster, The Cop, The Devil, Film Thriller Unik

Ruangtunggu.online – Korea Selatan saat ini bisa dikatakan sebagai negara produsen film thriller terbaik di daratan Asia. Reputasinya bahkan sudah mampu menjadi pesaing kuat Hollywood dalam memproduksi genre film ini.

Tidak seperti film-film thriller Amerika Serikat yang sebagian memiliki formula yang sama. Korea Selatan jauh lebih kaya dari segi cerita. Cerita yang hadir di satu thriller, jarang ditemui di thriller yang lain. Meskipun memiliki benang merah yang sama, yaitu pembunuh berantai yang menteror warga kota.

Beberapa waktu yang lalu dunia perfilman Korea Selatan sangat bangga karena salah satu film thriller produksi negara tersebut, Parasite menembus box office mancanegara dan menjadi salah satu film terlaris negara Asia timur itu.

Tidak butuh waktu lama bagi produsen film Korea Selatan untuk memproduksi film thriller berkualitas pasca kesuksesan Film Parasite. Kali ini mereka berusaha memadukan antara dunia gangster dan pembunuh berantai, lewat film The Gangster, The Cop, And The Devil

Teror Pembunuh Berantai Di Kota Yang Dikuasai Gangster

The Gangster, The Cop, And The Devil berkisah tentang seorang pembunuh berantai yang menteror sebuah kota. Sang psycopat tersebut membunuh sasaran secara acak tanpa memandang usia, gender, atau status sosial. 

ruangtunggu - The Gangster, The Cop, The Devil, Film Thriller Unik | gstatic.com
ruangtunggu – The Gangster, The Cop, The Devil, Film Thriller Unik

Hingga suatu ketika, sang pembunuh berantai mencoba membunuh seseorang. Tak disangka sang psycopat mendapat perlawanan yang kuat dari targetnya tersebut, dan menjadi sebuah hal langka bagi si pembunuh berantai.

Sang pembunuh berantai gagal membunuh targetnya dan melarikan diri. Sementara, orang yang menjadi target berhasil selamat, meski terluka cukup parah. Ternyata orang yang menjadi target sang psycopat tersebut merupakan seorang kepala gangster yang sangat berpengaruh dan ditakuti bernama Jang Dong Su (Don Lee).

Sementara itu, Jung Tae Seok (Kim Moo Yeol) seorang detektif kepolisian lokal mau tak mau akhirnya bersekutu dengan Jang Dong Su karena menjadi satu-satunya korban selamat dari percobaan pembunuhan tersebut dan mengenali wajah pelaku.

Pilihan detektif Jung untuk ‘berteman’ dengan kepala gangster tentu saja tak mudah. Ia yang selama ini dikenal sebagai polisi bersih, harus menyingkirkan nuraninya. Keputusan itu juga membuat dirinya menjadi target serangan kelompok gangster lain yang menjadi rival Jang Dong Su.

Gangster Versus Psycopat

Memadukan antara dunia gangster dan psycopat dalam film thriller tentu saja sangat menarik. Apalagi para gangster diposisikan sebagai antihero. Don Lee yang selama ini dikenal sebagai karakter protagonis di film-filmnya, kini harus tampil agak jahat sebagai ketua gangster yang kejam dan penuh intrik. 

Lewat karakter Jang Dong Su yang ia perankan, Don Lee cukup membuat saya bersimpati kepadanya. Jang Dong Su memang licik dan keji, namun ia sangat menghormati sebuah perjanjian dan persekutuan. Ia sadar bahwa detektif Jung adalah polisi baik dan menaruh hormat kepadanya. 

Salah satu adegan yang memperlihatkan hal itu adalah saat detektif Jung yang sedang bersama Jang Dong Su diserang oleh ganster rival. Bersama dengan Jang, ia bertarung melawan para penyerangnya hingga tak sengaja membunuh salah satu lawannya.

Detektif Jung tampak menyesal, dan Jang Dong Su menyuruhnya pergi serta berjanji membereskan mayat itu supaya reputasi Jung sebagai polisi bersih tetap terjaga. 

Gaya Psycopat Yang Selalu Sama

Sementara itu karakter pembunuh berantai yang hadir di film thriller ini tidak jauh berbeda dengan karakter psycopat dalam thriller-thriller produksi Korea Selatan lainnya. Memiliki ekspresi datar, tatapan tajam, serta tidak mudah tumbang. Selain itu, punya latar belakang misterius dan nyaris tidak memiliki teman.

Korea Selatan seolah tidak mempunyai style gambaran lain tentang karakter psycopat yang selalu begitu-begitu saja. Entah karena sudah nyaman dengan style itu atau memang karakter psycopat yang ada di negara tersebut memang demikian.

The Gangster, The Cop, And The Devil tidak memberi kesempatan kepada saya untuk merasa bosan. Adegan demi adegan berlangsung dengan cepat dan para aktornya dapat menampilkan karakter yang mengesankan. 

Rizki Irwan Wijaya

Menulis adalah karya seni yang abadi ketika dunia dihantam asteroid

You may also like...

2 Responses

  1. November 8, 2019

    […] Baca juga artikel review film lainnya, di sini. […]

  2. November 18, 2019

    […] film ini tidak berdasarkan kisah nyata, namun sebaliknya justru menghadirkan hal-hal menarik di luar […]

Leave a Reply