Joker Menjadi Film Terlaris DC?

Ruangtunggu.online – Joker yang dimainkan Joaquin Phoenix kini telah menjadi film terlaris DC Extended Universe nomer 4. Hal itu tentu saja tidak terlalu mengejutkan, mengingat para kritikus memberikan penilaian yang tinggi kepada film besutan sutradara Todd Phillips tersebut. Di berbagai negara, jutaan orang rela mengantri berjam-jam untuk menonton aksi Phoenix di film ini.

Coba bandingkan dengan Suicide Squad (2017) yang diramaikan oleh banyak aktor dan aktris tenar selevel Will Smith, Jared Leto, Margot Robbie, Joel Kinnaman, Cara Delevigne, Jai Courtney, dan Viola Davis.

Atau bandingkan dengan Justice League (2018) yang tak kalah ramai dengan diperkuat Ben Affleck, Henry Cavill, Gal Gadot, Amy Adams, Jason Momoa, Ray Fisher, J. K. Simmons, dan Ezra Miller. 

Namun 2 film yang disebutkan di atas mampu dilampaui oleh Joker seorang diri. Tarian Arthur Fleck pada sebuah tangga di jalanan menjadi semacam gambaran selebrasi sang psycopath yang telah mengejar Suicide Squad maupun Justice League.

Tapi apa sih sebenarnya yang membuat film tentang asal usul musuh Batman aka Bruce Wayne ini banyak disukai oleh para penikmat film. Padahal, Joaquin Phoenix cuma sendirian sebagai “pahlawan” di film ini. 

Tidak Punya Kekuatan Super

Joker kekasih Harley Quinn sama sekali tak memiliki sebuah kekuatan super. Jangankan kekuatan super, ia bahkan tak mempunyai basic bela diri. Berbeda dengan Bruce Wayne yang bertahun-tahun lamanya harus mondok di perguruan ninja milik Ras al Ghull dan belajar bela diri hingga berdarah-darah. 

ruangtunggu - Joker Menjadi Film Terlaris DC?
ruangtunggu – Joker Menjadi Film Terlaris DC?

Sehingga tatkala berhadapan dengan musuh-musuhnya, Bruce Wayne telah siap untuk bertarung sampai titik darah penghabisan. Joker juga tidak memiliki armor atau kostum perang yang canggih seperti Iron Man.

Baca: Jared Leto Ngambeg, Ogah Jadi Joker Lagi

Joker tidak cukup cerdas dan kaya untuk menjadi ilmuwan atau membiayai untuk menciptakan kostum superhero dengan kecanggihan teknologi yang tinggi seperti halnya Tony Stark. Tony Stark dengan mudah memencet tombol di gelangnya sebagai perintah untuk memunculkan armornya ketika ancaman musuh telah datang.

Joker juga tidak dibekali kekuatan super seperti Superman yang kuat untuk mengangkat bis malam tanpa fitnes bertahun-tahun. Sehingga pada saat musuh muncul, ia tinggal mengangkat truk di sebelahnya dan melemparkannya ke arah lawan. Atau sinar laser yang keluar dari matanya dan membuat lawannya meleleh.

Juga tak seperti The Flash yang mampu berlari kencang melebihi Usain Bolt. Boro-boro bisa lari kencang, Joker justru tak mampu mengejar penjahat ketika barangnya direbut sekelompok anak jahil.

Mengidap Mental Ilnes 

Seperti kita ketahui, Arthur Fleck mengalami gangguan mental yang sangat parah. Sepertinya tidak ada superhero atau bahkan antihero yang memiliki masalah kejiwaan seperti Arthur Fleck. Rata-rata pahlawan super mempunyai kejiwaan yang bagus meski memiliki masa lalu suram.

Sebut saja Batman, Superman, The Flash, Iron Man, Spider-man, Wonder Woman, atau Green Lantern. Kejiwaan parah yang dialami Arthur Fleck mendapatkan banyak simpati dari para penonton film Joker. 

Tidak sedikit di antara mereka mau mengerti dan memahami, bahkan memaklumi alasan Joker menjadi jahat. Review di media sosial rata-rata cukup positif dan penuh empati. Hanya sedikit di antaranya yang menghakimi sisi buruk Joker. 

Joker pada dasarnya adalah villain. Namun di film yang dibintangi Joaquin Phoenix tersebut ia tampil bagaikan seorang superhero. Bukan tidak mungkin nantinya Joker akan menjadi film terlaris DC menyalib perolehan The Dark Knight

Baca: Musuh Batman Paling Menakutkan

Menurut kalian, apakah pantas Joker menjadi film terlaris DC sepanjang masa?

Wahyu Hidayat

Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.

You may also like...

1 Response

  1. November 30, 2019

    […] menggunakan tes-tes tertentu. Aneh kan, memvonis diri sendiri kena depresi setelah menonton film Joker, tapi giliran mau ikut tes CPNS, tiba-tiba ngaku sehat jasmani rohani. Ingat, klaim depresi bukan […]

Leave a Reply