Ini Alasan Utama Liverpool Gacor

Ruangtunggu.online – Liverpool tampil luar biasa di awal musim 2019/2020 ini. Sampai pekan ke-12, mereka sama sekali belum terkalahkan dan cuma sekali seri, sementara sisanya mereka menangkan. Hebat bukan? Hal yang sangat jarang mereka dapatkan selama ribuan purnama. 

Jangankan kok bisa menjadi penguasa klasemen, dalam 20 musim terakhir ini mereka lebih sering akrab dengan papan tengah daripada papan atas, apalagi juara. Leicester yang klub kaleng-kaleng saja pernah mencicipi gelar juara di musim 2015/2016. 

Chelsea yang dulunya lebih dikenal sebagai pemain sinetron malah sudah 5 kali mengangkat trofi Premier League. Sementara The Reds yang katanya klub legendaris di daratan Inggris malah belum pernah juara di era Premier League. Sekalipun juara, itu cuma di PES doank, di mana yang mainin adalah anak STM yang lagi bolos sekolah.

Namun kini mereka boleh berharap lebih di musim ini. Sebab sejak musim ini dimulai, mereka tampil konsisten untuk memproduksi kemenangan. Ternyata ada beberapa hal yang membuat penampilan mereka gacor sejak awal musim ini.

Puasa Media Sosial

Pertama, puasa media sosial. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp sangat keras kepada para pemainnya. Mereka dituntut untuk konsentrasi setiap latihan. Maka hal-hal yang berpotensi untuk merusak konsentrasi dilarang untuk dilakukan. Salah satunya adalah terlalu aktif di media sosial. 

Jadi, dalam beberapa musim terakhir ini, media sosial menjadi hal yang telah merusak konsentrasi saat latihan. Jordan Henderson misalnya. Ia mengaku dulu sering aktif berselancar di media sosial, hingga membuat tulisan di Twitter atau memposting kehidupan sehari-hari di instastory. 

Musim lalu sebelum latihan, ia sering memposting menu sarapan pagi di instastory. Maka pada saat latihan, ia merasa penasaran siapa saja yang telah merespon story-nya dan berapa jumlah orang yang sudah melihat story-nya. Sehingga konsentrasinya terpecah antara latihan sepakbola atau melihat respon di story. 

Namun Henderson akhirnya menemukan pencerahan setelah Jurgen Klopp melihat para pemain Man Utd yang hobi buat story di instagram tapi tak pernah buat bangga suporternya. Khawatir hal tersebut terjadi pada timnya, ia lalu memutuskan menyuruh anak asuhnya puasa media sosial dan fokus latihan.

Saat ini hasil dari puasa media sosial sangat terasa dialami Henderson dkk. I tak pernah lagi cemas berapa jumlah penonton story-nya dan siapa saja yang merespon story-nya. Bagi Henderson, lebih baik puasa media sosial daripada puasa gelar kayak tim sebelah yang sama-sama berbaju merah itu.

Henderson juga tidak perlu lagi menghitung berapa jumlah orang yang melihat story dan ngelike status Twitter-nya. Yang ada saat ini Henderson sedang sibuk menghitung jumlah trofi yang mendarat di lemari trofinya sejak musim lalu. Sementara tetangga merah satunya, jangankan menghitung trofi, bahkan kosakata ‘trofi’ saja mungkin tidak pernah mereka dengar sama sekali.

Tidak Kekenyangan Saat Latihan

Kedua, para pemain Liverpool saat ini dilarang keras untuk sarapan hingga terlalu kenyang oleh Jurgen Klopp. Hal itu disebabkan mereka jarang konsentrasi apabila kekenyangan. Musim lalu mereka sering banget sarapan terlalu banyak. Akhirnya pas latihan malah ngantuk dan akhirnya tertidur di lapangan.

Mereka pun bermimpi saat tidur, iya, bermimpi mendapatkan trofi. Akhirnya karena kebanyakan bermimpi, Klopp menyuruh mereka jangan terlalu kenyang sebelum latihan agar tidak tertidur dan malah banyak bermimpi tapi di dunia nyata mimpi tersebut tidak terrealisasikan. 

Liverpool juga bercermin dari tim merah lainnya yang ada nama united di belakangnya. Tim merah yang satu itu kebanyakan bermimpi ingin meraih kejayaan seperti di era Sir Alex Ferguson. Namun hal itu tidak menjadi kenyataan, karena mereka banyak makan hingga kenyang dan tertidur sampai lupa bangun. 

Tidak Pernah Menyepelekan Lawan

Ketiga, Liverpool saat ini selalu menganggap jika semua lawan itu berat. Mereka tidak pernah lagi meremehkan lawan seperti musim lalu. Musim lalu mereka banyak meremehkan lawan hingga akhirnya malah imbang atau kalah.

Sementara untuk musim ini, setiap lawan harus dihadapi dengan serius, baik itu lawan berat seperti Man City atau klub receh macam Man Utd. Semua akan dihadapi dengan konsentrasi penuh dan gagah berani tanpa sedikit pun meremehkan.

Sangat menarik untuk mengetahui sejauh mana kiprah Liverpool di Liga Inggris atau Premier League musim 2019/2020 ini. Apakah berakhir tanpa gelar seperti biasanya. Atau bakal konsisten hingga akhir musim dan mengangkat trofi Premier League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Patut untuk kita tunggu sama-sama.

Ingin tahu artikel tentang film? klik di sini.

Rizki Irwan Wijaya

Menulis adalah karya seni yang abadi ketika dunia dihantam asteroid

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *