Film Perang Terbaik Sepanjang Masa

Ruangtunggu.online – Sudah tidak terhitung jumlah film tentang perang dunia 2 yang pernah dibuat, sejak Hollywood berdiri. Mengingat perang dunia 2 adalah tema yang terlalu seksi untuk dijadikan sebuah karya film. Dari ratusan film tersebut, beberapa di antaranya merupakan film perang terbaik, karena mendapat apresiasi yang tinggi, baik oleh para penikmat film maupun para kritikus film.

Film Perang Terbaik
Film Perang Terbaik

Berikut ini adalah 3 film perang terbaik tentang konflik paling mengerikan di atas muka Bumi di abad 20 tersebut yang pernah saya tonton. Ketiga film ini merupakan film yang menyuguhkan sesuatu yang unik (kalau tidak dikatakan aneh) dan berbeda daripada ratusan film lainnya dengan setting dan latar perang dunia 2. 

Saving Private Ryan (1998)

Saving Private Ryan adalah salah satu film perang terbaik yang pernah dibuat oleh seorang anak manusia. Bagaimana gak bagus? Opening film saja sudah menampilkan adegan pertempuran yang dahsyat antara pihak sekutu melawan pasukan NAZI Jerman di sepanjang pantai normandia.

Durasi adegan pertempuran ini kurang lebih sekitar 15 menit dan menjadi salah satu pembuka film terbaik yang pernah saya tonton. Meskipun lama, namun saya jamin kamu gak bakal bosan untuk menikmati pertempuran ini apabila menyukai film perang. Banyak dentuman-dentuman bom yang menggelegar di sana-sini. 

Adegan tersebut bisa dikatakan sangat brutal karena mempertontonkan usus yang terburai, kaki dan tangan patah, darah mengucur deras, kepala yang bolong, hingga kepala yang meledak disertai otak yang hancur. Cukup emosional karena seakan-akan saya berada di sana dan menjadi saksi pertempuran paling brutal dalam sejarah perang dunia 2.

Setelah adegan pertama berakhir, kita akan diajak bersantai dan menghela nafas panjang dengan plot-plot perkenalan satu persatu karakter dalam film ini, termasuk Kapten John H. Miller (Tom Hanks) sang pemimpin pasukan penembus perbatasan milik Jerman di Omaha, Normandia. 

Garis besar film ini adalah misi pencarian yang dilakukan oleh Kapten John Miller dan anggota timnya, atas perintah Letnan Kolonel Walter Anderson (Dennis Farina), untuk mencari perwira James Francis Ryan (Matt Damon) dan mengembalikannya ke Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena 3 saudara kandung Ryan telah terbunuh dalam perang.

Misi tersebut tentu saja tidak mudah karena Kapten Miller harus mencari Ryan yang tidak diketahui rimbanya. Untuk membantunya, maka sang kapten memilih 6 prajurit terbaiknya, dengan spesialisasi bermacam-macam. 6 prajurit tersebut diperankan dengan gemilang oleh para aktornya.

Yang menarik ada Vin Diesel sebagai salah satu prajurit bawahan Kapten Miller. Kala itu Diesel masih cukup muda dan belum menjadi aktor populer seperti saat ini. Namun ia bermain cukup maksimal dalam film perang terbaik ini. Begitu pula dengan Matt Damon yang memerankan James Francis Ryan. 

Bisa dikatakan jika Saving Private Ryan merupakan batu pijakan Matt Damon hingga akhirnya membintangi film-film besar sebagai peran utama. Pada 40 menit terakhir, film ditutup dengan adegan perang yang tak kalah mengerikannya dengan opening film. Di situlah terdapat adegan menyentuh yang dimainkan oleh Tom Hanks dan kawan-kawan.

Saving Private Ryan adalah film yang disutradarai oleh filmmaker kenamaan, Steven Spielberg. Bahkan saya memasukkan film perang terbaik ini sebagai salah satu dari 5 film terbaik yang pernah dibuat oleh Steven Spielberg. Sementara, Janusz Kaminski dipercaya menangani sinematografinya, dan John Williams sebagai penata music, serta Robert Rodat sebagai penulis naskah.

Fury (2014) 

Film ini adalah untuk kedua kalinya Brad Pitt terlibat dalam kisah perang dunia 2, setelah sebelumnya ia memerankan Letnan Aldo Raine dalam Inglourious Basterds yang nanti juga bakal kami bahas buat kamu sobat pecinta film perang. 

Banyak film yang menceritakan tentang perang dunia 2. Namun yang membuat Fury menjadi film perang yang unik, adalah karena secara spesifik menceritakan tentang seorang sersan dan 4 orang anak buahnya yang bertempur dengan mengendarai serta menggunakan tank. 

Film perang terbaik ini bersetting dan latar di Jerman, periode menjelang berakhirnya perang dunia 2 di mana pihak sekutu tinggal selangkah lagi memenangkan perang terdahsyat di abad 20 tersebut. Pasukan Jerman yang telah terdesak mencoba bertahan di beberapa basis vital di negara itu dengan kekuatan yang masih cukup tangguh. 

Sementara itu, Sersan Wardaddy (Brad Pitt), seorang komandan perang sarat pengalaman ditugaskan oleh atasannya untuk menembus basis pertahanan tentara Nazi di titik vital. Maka, sang Sersan dan para kompatriotnya (Logan Lerman, Shia LaBeouf, Michael Pena, Jon Bernthal) merangsek ke dalam basis pertahanan SS Nazi dengan menggunakan tank.

Kamu bakal disuguhi pertempuran antar tank yang sangat atraktif, di mana tank yang digunakan Sersan Wardaddy harus melawan tank-tank Jerman yang lebih besar dan canggih di masa itu. Alasan utama yang membuat Fury menjadi salah satu film perang yang menarik adalah performa para aktornya.

Brad Pitt dengan dingin mampu memerankan Sersan Wardaddy, seorang komandan perang yang kejam dan sadis, namun di sisi lain memiliki kepedulian yang tinggi kepada para bawahannya, serta memiliki kesetiaan dan loyalitas yang sangat tinggi terhadap perintah atasan dan negaranya.

Sementara itu Shia LaBeouf tampil sangat mengejutkan melalui film ini. LaBeouf yang sebelumnya lebih banyak berkarakter sebagai anak ingusan, kali ini tampil sebagai tentara urakan yang tidak tanggung-tanggung dalam menghabisi korbannya. Jon Bernthal juga tampil tak kalah angkernya dengan LaBeouf.

Dapat dikatakan jika Fury merupakan film yang memunculkan performa Jon Bernthal dengan lebih kuat dibanding film-filmnya terdahulu. Salah satu adegan menarik yang menonjolkan karakter yang dimainkan oleh Bernthal adalah adegan makan siang saat melibatkan 2 orang gadis Jerman.

Pada adegan tersebut, Sersan Wardaddy dan para bawahannya melakukan makan siang di dalam rumah pada sebuah kota yang ditaklukannya, bersama 2 orang gadis Jerman yang menjadi tawanan perang. Serdadu yang diperankan Bernthal melakukan teror kepada gadis-gadis tersebut yang membuat mental mereka terteror. 

Fury disutradarai dan ditulis naskahnya oleh David Ayer. Sementara itu, Roman Vasyanov bertugas sebagai sinematografer, serta Steven Price menangani music scoring-nya. Jadi, apabila kamu ingin menikmati pengalaman menonton salah satu film perang terbaik yang unik, maka Fury dapat menjadi alternatif pilihan.

Inglourious Basterds

Film ini berkisah mengenai 1 batalyon Sekutu yang berisi penganut Yahudi Amerika. Mereka mempunyai misi untuk membunuh para petinggi NAZI sebagai balas dendam atas kematian ratusan yahudi di Eropa tentara NAZI Jerman.

Film Perang Terbaik Sepanjang Masa
Film Perang Inglourious Basterds

Kelompok tersebut dipimpin oleh Letnan Aldo Raine (Brad Pitt), seorang yahudi Amerika yang cukup kharismatik. Kelompok ini selalu menandai korbannya dengan sayatan berbentuk swastika NAZI di dahinya. Selain itu juga meneror lawan-lawannya dengan cara menguliti batok kepala korbannya secara sadis.

Meskipun Letnan Aldo Raine merupakan tokoh utama di Inglourious Basterds, namun seperti halnya film-film Quentin Tarantino lainnya, doi menampilkan karakter-karakter lain dalam film ini secara merata. Sehingga kita disuguhi parade akting dari para pemerannya dengan memukau. Serta tidak membuat kamu bosan untuk menikmati film tersebut. 

Inglourious Basterds adalah film perang paling aneh yang pernah diciptakan oleh seorang manusia. Alih-alih menampilkan adegan perang atraktif atau pertempuran super dahsyat di kancah peperangan. Film ini justru banyak memuat adegan-adegan yang tidak lazim.

Misalnya seperti memberikan ceramah di depan tawanannya, sebelum akhirnya dieksekusi dengan dipukul tongkat baseball serta merayakannya layaknya pemain baseball yang mencetak angka. Sebuah adegan yang cukup memorable dan sulit dilupakan para penontonnya.

Quentin Tarantino sebagai sutradara dari Inglourious Basterds sepertinya lebih suka ‘meneror’ penontonnya lewat dialog-dialog karakternya ketimbang menyuguhkan pertempuran sengit kedua kubu yang berperang. Namun, dialog-dialog yang dibangun oleh karakter-karakternya mampu membuat saya sulit untuk berpaling barang sejenak dari film ini. 

Dialog-dialog tersebut cukup kuat untuk memunculkan kecemasan kepada para penontonnya. Seperti misalnya, adegan Kolonel SS Hans Landa (Christoph Waltz) yang mencoba mengintimidasi salah satu warga yang berusaha menyembunyikan tetangga yahudi-nya.

Atau adegan lain ketika sekelompok tentara sekutu yang menyamar di sebuah bar yang berisi tentara Jerman, dan dicurigai sebagai penyusup oleh para NAZI, sehingga kedua kubu yang berseberangan tersebut terlibat dialog yang mencekam dan membuat jantung saya berdegup kencang. 

Keanehan lain dari film ini adalah adegan yang tidak sesuai dengan fakta sejarah. Dalam sejarah yang populer, Adolf Hitler dipercaya tewas bunuh diri ketika pada saat tentara Sekutu telah memasuki Berlin. Sementara sebagian lainnya meyakini jika sang pemimpin NAZI tersebut melarikan diri ke negara lain.

Namun Quentin Tarantino tampaknya sama sekali tidak tertarik menghadirkan sejarah mainstream berdasarkan buku-buku sejarah. Sebaliknya, Tarantino justru menghadirkan sesuai adaptasinya sendiri, di mana Hitler tewas ditembak dengan brutal oleh Letnan Aldo Raine dan kawan-kawan di dalam gedung bioskop. 

Itulah 3 film terbaik tentang perang dunia 2 yang perlu kamu tonton jika dirimu penggemar film perang. Selain dibintangi aktor dan aktris penuh talenta, film-film tersebut memberikan nuansa yang unik dan anti mainstream dibanding film-film lainnya tentang perang dunia 2. 

Ketiga film ini tidak berdasarkan kisah nyata, namun sebaliknya justru menghadirkan hal-hal menarik di luar fakta yang terjadi selama perang berlangsung. Selamat menonton sobat. 

Rizki Irwan Wijaya

Menulis adalah karya seni yang abadi ketika dunia dihantam asteroid

You may also like...

1 Response

  1. November 23, 2019

    […] Ingin tahu artikel tentang film? klik di sini. […]

Leave a Reply