Film Live Action Mulan Tuai Kontroversi

Ruangtunggu.online – Film live action Mulan yang terpaksa menunda perilisannya karena pandemin ini memiliki segudang deretan kontroversi yang bikin heran. Ntah ini salah satu strategi marketing Disney atau memang beberapa adegan ini kurang pas jika di tayangkan.

film live action mulan

Niko Caro sebagai sutrada memilih jalan cerita yang berbeda dari film animasi aslinya yang dirilisan tahun 1998 silam.

Perubahan ini sangat terasa, apalagi ketika adegan Mulan jatuh cinta kepada atasannya (Ling Sang) dihilangkan. Masih ada beberapa hal yang mengundang kontroversi terkait film live action ini.

Beberapa hal baru yang dibuat oleh sang sutradara memunculkan pro dan kontra di kalangan penggemarnya.

Inilah beberapa kontroversi film live action Mulan besutan Niko Caro:

Film live Action Mulan Menghilangkan Agedan Musikal

Film Mulan akan berbeda dari live action Disney sebelumnya, seperti Aladdin (2019) dan Beauty and the Beast (2017). Perbedaannya adalah dihilangkannya adegan tarian kolosal dan lagu-lagu yang memberikan nuansa khas Film Disney.

film live action mulan

Film Mulan tentu tidak akan disertai dengan lagu-lagu ikonik seperti “Reflection” atau “I’ll Make a Man Out of You”.

Apakah ini berarti bahwa Mulan akan menjadi film yang serius dan ramah anak?

Satu hal yang pasti, karena tidak ada adegan musik, sepertinya film live action mulan ini akan fokus pada aksi Mulan dan perjuangan dalam menemukan identitas dan menyingkirkan serangan dari bangsa Hun.

Hilangnya Mushu

Disuarakan oleh Eddie Murphy, Mushu tidak dapat disangkal sebagai salah satu karakter yang bersinar dalam Mulan (1998). Sebagai naga yang ditunjuk untuk menjaga kehormatan keluarga, Mushu dianggap sebagai sumber komedi. Bawel tanpa henti, Mushu sering menawarkan hiburan yang menggelitik.

Sementara itu Mushu salah satu karakter favorit para pecinta layar lebar di Amerika, karakter Mushu tidak setenar itu di daratan Cina.

Dilaporkan oleh THR, Profesor Stanley Rosen mengungkapkan alasannya. “Mushu sangat populer di Amerika. Sayangnya, pemirsa di Cina menganggap figur naga ini meremehkan tradisi mereka.

Di Hong Kong Liu Yifei Pancing Amarah Demonstran

Hingga saat ini, kegiatan demonstrasi di Hong Kong telah melukai lebih dari 2.000 orang. Dunia sering menerima perlakuan tidak normal dari pihak berwenang dan mengutuk tindakan keras tersebut. Namun, Liu Yifei sebenarnya memberikan dukungan kepada polisi Hong Kong.

“Saya mendukung polisi Hong Kong, kamu bisa ‘menyerang’ saya sekarang. Ini sangat memalukan untuk Hong Kong,” ungkap Yifei.

Promosi ini segera memicu aksi media sosial dengan tagar #BoycottMulan. Tidak hanya itu, bahkan ada petisi yang menuntut agar Yifei mengundurkan diri sebagai aktor utama film Mulan dan sudah mendapat dukungan hampir 10.000 orang.

Film live Action Mulan Tanpa Li Shang

Karakter favorit lain dari film Mulan yang absen, yaitu Li Shang. Cinta antara Li Shang dan Mulan dianggap tidak pantas karena status militer mereka sebagai atasan dan bawahan. Li Shang tidak menyadari selama pelatihan bahwa karakter utama adalah seorang wanita yang menyamar.

Dan lagi, Mulan keluar dari tentara ketika ada percikan di antara mereka. Artinya, Li Shang bukan lagi bos Mulan. Jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan kisah cinta. Bagaimana menurutmu?

Adegan Ciuman Dipotong

Seperti yang Anda tahu, peran Li Shang sebagai cinta Mulan digantikan oleh Chen Honghui, dimainkan oleh Yoson An (The Meg). Jadi wajar saja jika ada adegan ciuman dalam film live action Mulan ini.

Disney kemudian memutuskan untuk menghilangkan adegan ciuman karena dianggap tidak pantas untuk warga negara Tiongkok. Keputusan ini dibuat setelah proses penyaringan dilakukan terhadap pemirsa dari Tiongkok. Apakah ini masuk akal?

Mochamad Luthfi

Dilupakan Itu Menyebalkan. Maka Menulislah Agar Tetap Dikenang. Ig @lutfymuhamad

You may also like...

1 Response

  1. April 22, 2020

    […] juga sudah ada 5 kontroversi tentang film live action Mulan. Banyak penggemar marah karena Disney tidak menunjukkan karakter Mushu the dragon di film tersebut. […]

Leave a Reply