16 Fakta Menarik Film Bloodshot, No 4 Mengejutkan

Ruangtunggu.online – Film Bloodshot yang di bintangi oleh Vin Diesel ini mengalami kerugian besar saat tayang perdana di bioskop. Wajar saja karena kondisi global saat ini membuat kebanyakan orang khawatir untuk berada di luar rumah.

Film Bloodshot
Film Bloodshot

Namun, terlepas dari itu semua. Film Bloodshot sudah bisa dinikmati versi digitalnya. Anda bisa menyaksikan Vin Diesel beraksi pertama kalinya menjadi superhero.

Sebelum menyaksikan film Bloodshot, ada baiknya Anda simak fakta menarik tentang film tersebut. FIlm besutan Sony Pictures ini nyatanya memiliki target hingga 140 Milyard Rupiah lho.

Installment Pertama

Bloodshot diciptakan berdasarkan karakter Valiant Comics. Film ini diharapkan mampu menjadi installment pertama yang membuat Komik Valiant dikenal seantero raya.

Proyek Film Bloodshot ini dieksekusi dengan biaya produksi 45 juta dolar AS atau sekitar 630 miliar rupiah.

Vin Diesel Geser Jaret Leto

Proyek Film Bloodshot sebenarnya sudah direncanakan sejak 2012. Pada Juli 2017, Jared Leto sempat dipilih sebagai pemeran utama dalam film ini. Namun, tahun berikutnya terkuak kabar bahwa aktor peraih Oscar tersebut batal tampil sebagai pemeran utama. Dan Vin Diesel menggantikan perannya.

Baca: Jared Leto Ngambeg, Ogah Jadi Joker Lagi

Bergabungnya Vin Diesel sudah dikonfirmasi oleh studio pada Maret 2018. Pengambilan gambar film Bloodshot pertama dimulai pada Agustus 2018 dan selesai pada Oktober 2018. Lokasi syuting yang dipilih adalah Afrika Selatan, Republik Ceko, dan Hongaria.

Batalnya Cinema Valliant Comics

Filmn Bloodshot sudah didistribusikan ke seluruh dunia oleh Sony Pictures.

Pihak Sony mengabarkan bahwa, akan ada empat film dari jagat sinema Komik Valliant. Yakni film sekuel, dua film berbasis komik berseri dari Harbinger, dan film klimaks peperangan Harbinger.

Baca: Film Bloodshot Versi Digital

Pihak Sony Pictures berharap besar untuk film Bloodshot sebagai pembuka mampu mengeruk pendapatan sesuai target.

Target Rp 140 Miliar

Rilisnya film Bloodshot di Indonesia lebih awal dua hari sebelum Amerika Serikat dan Kanada. Di AS dan Kanada, Bloodshot baru dirilis pada 13 Maret 2020.

Baca: Daftar Film Terbaik 2020

Tayangnya Bloodshot berbareng dengan Film The Hunt yang dibintangi Hilary Swank dan I Still Believe (Britt Robertson). Sudah tayang di 2.500 bioskop, Film Bloodshot diharapkan mampu mengeruk pendapatan hingga 140 miliar rupiah pada akhir pekan penayangan perdana.

Vin Diesel Sebagai Produser Dan Pemeran Utama

Pada faktanya Vin Diesel merangkap jabatan sebagai produser dan pemeran utama di film Bloodshot.

Aktor kelahiran California, AS, 18 Juli 1967, ini menjalankan perannya sebagai produser dan pemeran utama secara profesional.

“Izinkan saya mengajak Anda ke pemahaman ini. Bloodshot pada akhirnya seorang tentara. Seorang tentara tidak dapat memutuskan kapan menarik diri atau dikerahkan ke medan perang,” ujarnya saat diwawancara USA Today, pekan lalu.

Dijadikan Percobaan Biologis

Project Rising Spirit adalah fasilitas penelitian genetik rahasia yang melakukan percobaan pada manusia dalam upaya untuk menciptakan senjata hidup yang sempurna.

Organisasi itu didirikan pada 1850, sering dikontrak oleh militer Amerika Serikat untuk mengirim pasukan mereka yang dimodifikasi secara biologis selama masa perang dan krisis.

Film Bloodshot bisa dibilang adalah kelompok pembunuhan paling kuat dan paling sukses yang dikembangkan oleh mereka. Hal Itu guna untuk menghilangkan berbagai ancaman teroris di seluruh dunia. Kemudian Bloodshot menyadari kenyataan dan lolos dari kendali tersebut dan Bangkit untuk mencari jalan kebebasan.

Tidak Mempunyai Masa Lalu

Untuk menjaga pasukan tetap di bawah kendali, Rising Spirit menghapus ingatan mereka dan membuat ingatan yang baru bahwa mereka adalah pasukan elit bersenjata.

Demikian pula dengan Ray Garrison (Vin Diesel) yang tidak mengingat masa lalunya. Namun, setelah ingatannya kembali dia segera melepaskan diri dari kendali Rising Spirit.

Seorang Prajurit Terbaik

Ray Garrison memiliki kekuatan besar setelah menjadi bahan percobaan Project Rising Spirit. Ray Garrison sendiri sebelumnya adalah prajurit militer terlatih.

Dia memiliki keterampilan dalam pertarungan tangan kosong dan juga penembak jitu. Semua kemampuan ini tentunya didukung oleh kemarahannya dan niat untuk membalas dendam dengan fokusnya yang ingin mengungkap masa lalunya.

Seorang Mafia

Sebelum menjadi percobaan untuk Project Rising Spirit, Bloodshot hidup di lingkup kejahatan. Dia seorang pembunuh kejam dan tokoh yang terkenal di dunia kriminal. Namun, karirnya berakhir ketika dia dijual oleh keluarganya dan dijebak untuk pembunuhan.

Awalnya Mortalli mendapat perlindungan menjadi saksi, tetapi dia dikhianati oleh agen FBI. Setelah itu ia dibawa ke Rising Spirit sebagai subjek uji coba percobaan baru mereka yang disebut Lazarus. Dalam cerita selanjutnya, Angelo Mortalli diadopsi oleh agen DOA dan berganti nama menjadi Ray Garrison, identitas baru Bloodshot.

Nanites Menjadi Darah Dalam Tubuhnya

Miliaran nanites disuntikkan ke aliran darah Ray Garrison dan mengubahnya menjadi manusia super. Nanites ini memakan protein pada tubuh dan menggantinya dengan kekuatan super.

Nanites melakukan kamuflase secara cepat dengan mengubah pigmentasi kulit Bloodshot. Karena hal tersebut Ray Garrison mampu berkomunikasi dengan elektronik terkomputerisasi lainnya.

Nanites dapat merekayasa kepribadian dalam ingatan Bloodshot, dan juga memberi informasi kepada Bloodshot mengenai status pembaruan.

Dapat Melakukan Regenerasi dan Metamorfosis

Bloodshot memiliki banyak kekuatan. Namun, kekuatannya yang paling menonjol adalah metamorfosis dan melakukan regenerasi total.

Nanites yang menjadi darahnya membuat Bloodshot nyaris kebal. Nanites memungkinkan Bloodshot selamat dari hampir semua cedera dan membunuhnya adalah hal yang mustahil.

Menciptakan Ingatan Palsu

Dalam film Bloodshot, Ray Garrison akhirnya menemukan fakta bahwa semua ingatannya adalah kepalsuan dan diciptakan. Bukan hal yang aneh jika Rising Spirit menanamkan ingatan palsu tentang kehidupan masa lalu Ray Garrison.

Mulai dari kenangan keluarga, anak dan bahkan dirinya. Semua diciptakan dan dimanipulasi. Pada akhirnya, Bloodshot sudah menyadari bahwa dia memiliki bermacam versi ingatan tentang masa lalunya. Gambaran ingatan masa lalunya yang membuat Bloodshot emosi dan memperkuat metabolisme tubuhnya sendiri.

Misteri Ray Garrison

Bloodshot berpikir bahwa dia adalah mantan militer Amerika bernama Ray Garrison. Ingatan sangatlah masuk akal, mengingat kemampuan Bloodshot sebagai prajurit sangatlah terampil.

Kemudian terungkap bahwa Ray hanyalah realitas alternatif yang diciptakan dan ditanampak dalam pikiran Bloodshot oleh seorang ilmuwan bernama Dr. Kuretich.

Sampai sekarang, Bloodshot berasumsi bahwa Ray adalah dirinya yang sebenarnya. Sedangkan Angelo Mortalli merupakan karakter buatan untuk misi rahasia.

H.A.R.D Corps

Bloodshot akan melakukan apapun untuk mendapatkan kembali identitas aslinya. Bloodshot menjadi pemimpin H.A.R.D Corps oleh CEO P.R Morris Kozol! Sebagai imbalannya, Bloodshot mendapati kebenaran tentang identitas dan masa lalunya.

Dirinya Adalah Karakter Lain

Terdapat dua garis waktu dalam Valiant Comics universe, sekarang dan masa depan. Di masa depan, karakter bernama Ray memiliki kemiripan yang mencolok dengan Bloodshot. Ternyata, Ray secara genetik diciptakan oleh Grandmother yang berharap Bloodshot dapat menginspirasi orang-orang di masa depan dengan versi mereka sendiri.

Baca: Drama Korea Terbaik Netflix

Pada saat itu, Bloodshot telah mati pada tahun 2028 selama pertempuran dengan Harbinger Axe. Ray, sangat mirip dengan Bloodshot tua dan akan berfungsi sebagai penerus spiritual bagi Bloodshot selanjutnya.

Itulah beberapa fakta menarik tentang film bloodshot yang seharusnya segera Anda tonton.

Mochamad Luthfi

Dilupakan Itu Menyebalkan. Maka Menulislah Agar Tetap Dikenang. Ig @lutfymuhamad

You may also like...

Leave a Reply